Bukan Nicholas :D

Buah yang Jatuh

In Ngerumpi.com, Randomized on February 6, 2012 at 00:13

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya….

Teman saia, Cantik (bukan nama sebenarnya), merupakan salah satu anggota keluarga dari pemilik salah satu Rumah Sakit di Lampung. Katanya semua keluarganya bergelut dibilang kesehatan, menjadi dokter, lainnya perawat, dsb. Namun si Cantik ini, anak tunggal, satu2nya yang gag mengikuti keluarga lainnya. Beliau enggan menjadi dokter dan memilih kuliah di bidang Ilmu komputer. Sekarang beliau memiliki anak yang masih duduk di bangku SD.

Cantik :    Saya sedang mengumpulkan uang untuk anak saya nanti masuk kedokteran..

Saya: kenapa memilih dokter??

Cantik :    Kami dari keluarga dokter.. Semua family saya dokter.. Jadi anak saya juga kelak harus jadi dokter..

Saya: Kalo dia gag mau??

Cantik :    Dia harus jadi dokter. Agar hidupnya terjamin..

Saya: Kenapa harus?? Bukankah dulu mama menyuruh Cantik jadi dokter juga, tetapi Cantik memilih membangkang.. Lalu kenapa tidak berpikir anak Cantik juga akan membangkang seperti anda.. dan tidak ingin jadi dokter??..

Yang ingin saia sampaikan di sini, bukan kelak si anak akan menjadi apa. Tetapi, si Cantik yang pernah membangkang tidak ingin menjadi dokter, akan memaksa anaknya untuk menjadi dokter.

Kisah selanjutnya, masih teman saia, Jelita (bukan nama sebenarnya). Sedang dirundung sedih karena tidak diizinkan menikah dengan kekasihnya yang berasal dari Denmark. Saia berpikir ketidaksetujuan keluarga Jelita mungkin karena calonnya yang notabene *produk* luar. Belakangan saia ketahui bahwa Jelita memeliki ayah tiri yang berkebangsaan Australia. Dan yang sangat menentang pernikahan tersebut adalah si ayah tiri tersebut..

Yang ingin saia sampaikan di sini adalah, bahwa ayah Jelita yang bukan asli*) Indonesia menentang pernikahan anaknya dengan orang yang juga bukan asli*) Indonesia.

Andai saja si orang tua mau melihat lagi peristiwa di masa lalu, di mana mereka pernah berada di posisi anak2 mereka sekarang. Tentunya mereka akan bisa memahami perasaan anak-anak mereka. Menurut saia, si anak mungkin saja hanya meniru/belajar dari apa yang ditunjukkan oleh si orang tuanya dulu.

Menurut anda?? Wahai para mommy or daddy??

*) saia tidak tau pasti mereka sudah menjadi WNI atau WNA

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: