Bukan Nicholas :D

Hati yang Tertinggal

In Fiksi, Ngerumpi.com on April 9, 2012 at 01:27

Be Careful With It, Its Fragile..

****

Hatiku telah tertinggal. Saat pertama kita bertemu. Saat engkau bisikkan nada pertamamu. Saat itulah hatiku terjatuh dan kutinggal di pangkuanmu.

Hatiku telah kuserahkan. Sebelum engkau bilang tertarik. Sebelum aku merasa menarik. Takkah engkau sadari sebelum itu hatiku telah utuh untukmu.

Ketika nama lain mulai menggoda. Berlomba-lomba mencuri hati, mencoba bermain hati. Aku tak lagi bisa mengacuhkannya. Tak sadarkah mereka aku tak lagi memiliki hati.

Namun terlambat aku menyadari, bahwa hatimu telah berpalang. Maafkan aku. Tapi tak sedikitpun aku menyesali telah meninggalkan hatiku padamu. Toh engkau memungut hati yang telah berdebu itu. Kau pikir menemukan mainan baru. Kau ombang-ambing sesukamu, demi menyenangkan hatimu.

Suatu ketika aku datang padamu, sekedar ingin menengok hatiku. Engkau sumringah sambil memamerkan mainan barumu. Lalu kuraih tanganmu dan meletakkannya di dadaku.

Apakah berdetak?” Tanyaku.

Tidak. Aku tak merasakan detakan jantungmu” Jawabmu bingung.

Aku menatap mainanmu yang kau pegang erat itu. Barulah engkau mengetahui bahwa mainan di genggamanmu adalah hatiku, dan kaupun menyesal. Karena merasa mematahkan hatiku. Karena merasa menyakiti hatiku. Hey,, terserah kamu..!! Hati itu telah menjadi milikmu. Telah lama kuatasnamakan kamu. Kamu cincang pun kamu sayat-sayat, aku telah memberimu hak untuk itu. Walau aku berharap agar kamu menjaganya.

Kau mencari-cari air mata di rautku. Malah kusunggingkan senyum untukmu. Tikaman yang paling sakit telah lama kau tusukkan, Sayang. Sejak hatiku mencoba masuk ‘tuk mencari pasangannya, hatimu, yang kutemukan telah berpuan. Kini semua sakit, sedih, kecewa telah berasa biasa. Telah membuatku kebal rasa.

Semua telah usai katamu. Selamat tinggal ucapmu. Tapi tak kurasa pedih mendengarnya. Hatiku ternyata merasa nyaman selama denganmu. Hingga kau sakitipun tak lagi terasa. Lalu kau meninggalkan mainanmu yang bak rongsokan itu begitu saja.

***

Aku yakin kelak kau akan kembali. Karena kau akan merasa tak nyaman tanpa mainan kesayanganmu. Hatiku.

_____

Tulisan ini saya ikutsertakan di Ngerumpi Writing Competition, Originally post di sini

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: