Bukan Nicholas :D

Tentang Seorang Lelaki yang Disebut Ayah.. (2)

In Randomized on April 28, 2012 at 03:06

Telah saya ceritakan sebelumnya, bagaimana kehidupan saya bersama seorang yang disebut ayah. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana cerita hidup saya tanpa ayah. Dan saya sungguh bersyukur, karena tidak semua orang seberuntung saya, memiliki ayah yang hebat.

Salah seorang dari yang tidak beruntung itu, sahabat wanita saya. Kini ia sangat membenci lelaki, dilatarbelakangi oleh kekecewaannya pada sosok ayah. Dia selalu menyalahkan lelaki, tidak suka lelaki begini, lelaki yang begitu, sederhananya bahwa semua lelaki tidak pernah benar di matanya. Saya selalu menyangkal, bahwa tidak semua lelaki di muka bumi ini seperti itu. Tetapi saya berusaha memahaminya, karena beberapa fase hidupnya dipertemukan dengan lelaki yang salah. Saya hanya bisa membatin “andai saja dia memiliki ayah sehebat ayah saya, dia pasti akan mencintai dan menghargai lelaki-lelaki hebat itu“.

***

Saya bukan lelaki, saya tidak akan pernah tau rasanya menjadi ayah. Bangga? Bahagia? Lelah? Malu? Kesal? Tetapi saya sangat membanggakan kalian wahai para ayah yang hebat bagi anak-anaknya. Namun hati saya masygul, ketika teman lelaki saya yang telah menjadi ayah maupun seorang calon ayah tidak seantusias saya terhadap jabatan mulia mereka.

Lelaki, sang calon ayah itu sedang berputus asa dengan penyakit yang sedang dideritanya. Saya berusaha menyemangatinya dengan mengingatkan dia bahwa anaknya akan segera lahir ke dunia. Beliau akan menjadi ayah. Dan harus bertahan agar menjadi ayah yang hebat untuk putra-putrinya kelak. Namun tingkahnya seperti seseorang yang sudah akan mati esok. Tidak ada perjuangan, tidak ada perlawanan. Beliau malah berkata/berkeinginan: “Ayahnya yang baru kelak akan membahagiakan dia daripada saya”. Heeee..????!!! @&*#%&@. Anak tersebut belumlah lahir ke dunia, tapi ayahnya sudah ingin menyerahkan tanggung jawabnya kepada orang lain.

Tetaplah bernyawa, demi menyambung nyawa anak-anakmu.

@_@

Lain lagi dengan penuturan seorang bapak yang telah memiliki putra ini. Beliau memiliki tujuan hidup yang sangat mulia, mengabdikan hidupnya demi bangsa dan agamanya. Salut..!! Namun kemudian saya menjadi tercengang, ketika beliau mengatasnamakan perjuangan untuk “mempersingkat” hidupnya. Sepengetahuan saya, para bala tentara yang bertaruh nyawa di medan perang sana, bertujuan untuk menang agar bisa kembali ke pelukan istri dan anak mereka. Namun beliau, menang itu adalah harapan, dan tujuannya adalah bertaruh nyawa. Entahlah, itu hak beliau, pengabdian beliau. Yang menjadi pemikiran saya, lalu bagaimana dengan anak dan istrinya..?? Bukankah beliau secara tidak langsung ingin menjandakan istri dan meyatimkan anak-anaknya sedini mungkin..??

Setelah kita mati, urusan kita di dunia fana ini memang telah usai. Atau, egoisnya kita bisa berkata “masa bodolah dengan yang masih hidup“. Semoga beliau pernah memikirkan masa depan anak-anak yang berniat ditinggalkan itu. Adakah jaminan kelak anak mereka akan baik-baik saja? Bagaimana jika karena hilangnya panutan mereka terhadap seorang ayah, mereka menjadi kehilangan kompas hidup? Anak-anak yang masih memiliki orang tua lengkap saja masih saja ada yang terjerumus ke jalan yang salah. Bukankah menjadi sebuah perjuangan yang gagal, jika generasi-generasi kita malah mencoreng-moreng bangsa dan agamanya..?? Maafkan pemikiran saya yang bodoh ini.

Berjuanglah mati-matian, demi hidup mati anak-anakmu.

***

Semoga tidak akan pernah lagi ada bayi-bayi yang terlahir tanpa ayah. Semoga tidak lebih banyak anak yang menyandang gelar yatim, karena kehendak Allah yang mengambil ayah titipannya. Semoga tidak banyak wanita single parent, karena mantan suami yang melalaikan tanggung jawabnya sebagai ayah. Semoga kelak seluruh anak-anak di muka bumi hidup bahagia di tengah keluarga yang lengkap, Ayah dan Ibu. Amiinn.

Salam saya,
seorang putri dari ayah terhebat.

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: