Bukan Nicholas :D

Archive for May 4th, 2012|Daily archive page

Hanya Rasa yang Tak Sengaja Singgah..

In Randomized on May 4, 2012 at 03:12

Seperti Kupu-Kupu ini, yang hanya sekedar hinggap di jemari 🙂

Bagaimana rasanya menjadi miliknya..? Bagaimana rasanya mendampingi seumur hidupnya..? Bagaimana rasanya terbangun dipelukannya setiap membuka mata..? Bagaimana rasanya merasakan hangat nafas saat lelapnya..?

Arrgggghhh.. Jawabannya cuma satu: Saya Gag Tau..!!

Saya tidak pernah tau. Dan tidak berharap untuk tau lagi.

Saya hanya tau bahwa dia adalah salah satu mimpi saya yang tidak akan menjadi nyata. Saya tidak menyesal. Saya selalu yakin, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Aminn..

Saya memang pernah merintih, menangis, dan mengadu pada Allah agar mengurangi kecewa saya. Agar tidak terlalu sakit kala terhempas ke bumi setelah mimpi-mimpi kami rajut dulu. Dannn, air mata saya telah lunas terbayar dengan kebahagiaannya kini dengan pendamping hidupnya. Kalau saya tanya pada fikir dan perasaan saya, hari ini, dia telah terkubur jauh di palung hati sana, sudah saya simpan sebagai kenangan, salah satu kisah yang akan membuat saya tersenyum kelak.

Seolah masing-masing kami mengikrarkan janji yang tak terucapkan, bahwa kami tidak akan saling mengusik lagi di kemudian hari, dan perasaan-perasaan yang pernah membuncah dulu tidak akan kami ungkit kembali. Saya tau dia juga sakit ketika harus tanpa saya. Saya lihat betapa dia berusaha menyembunyikan air matanya saat dia berusaha menegarkan saya dengan keputusan-keputusan yang kalau boleh jujur tak ingin dia ambil. Tetapi kami, sama-sama sadar diri, bahwa kami tidak bisa saling melengkapi satu sama lain, maka kami tidak pernah mencoba untuk saling menggenggam dan berusaha ikhlas mengabaikan perasaan kami satu sama lain.

Dan hari ini, saya pikir saya telah berhasil mengisi ruang-ruang hampa yang kosong setelah dia pergi. Meski belum ada yang betah berlama-lama dengan saya, toh saya telah mencoba perlahan-lahan menghapus jejaknya. Dalam sadar saya, rasanya saya tidak lagi memikirkan atau mengingat dia. Saya telah melenggang dan meninggalkannya jauhh di masa lalu. Yaahh, sudah terlalu lama untuk meratap, waktu adalah penyembuh luka yang hebat. Saya sudah membuat hidup kami yang secara jarak di Peta hanya beberapa inchi saja, tetapi serasa berada di planet yang berbeda. Sungguh kami menepati ikrar yang tak kami ucapkan itu..

Dan hari ini, saya pikir saya telah benar-benar ikhlas dengan takdir Allah pada hidup kami. Toh saya ikut andil (walo kecil) dalam mengantarkannya ke gerbang dunia barunya. Toh saya mengucapkan restu saya meski berlinang air mata. Toh kami berjabatan tangan dengan hangat, saat saya ijin pamit dari hidupnya. Saya pikir itu adalah keikhlasan saya. Belum pernah saya merasakan berlapang dada seperti ini, belum pernah saya selega ini menyerahkan sesuatu yang amat sangat saya inginkan kegenggaman pemiliknya. Saya hanya meminjamnya di masa lalu untuk menyemarakkan cerita hidup saya, dan saya berbesar hati mengembalikan titipan ilahi ke pada sang empunya di masa depan. Saya pikir itu semua adalah definisi kata “rela” yang sesungguhnya.

Tetapi hari ini, dia datang lagi ke kehidupan saya. Seolah memenuhi hasrat kami yang tak pernah tersampaikan pada kenyataan. Dia mengaduk-aduk rasa yang sudah saya kubur dalam-dalam. Dia seolah mengulangkan saya pada memori-memori kami yang menurut saya sudah berusaha tidak saya ingat lagi. Ohh, jangan menghujatnya berhianat dengan saya. Dia lelaki yang sungguh setia. Dia hanya kembali kepada saya melalui mimpi-mimpi saya. Bukan sekali ini, tetapi berkali-kali semenjak perpisahan itu dia datang dan datang menjenguk *rasa* saya melalui mimpi. Dan kali ini yang terparah, saat saya telah terbangun dari mimpipun, hangat bekas lengannya di kulit saya seolah masih terasa, desah suaranya berbisik di telinga saya seolah masih terdengar. Astagfirullah..!! Maafkan Adee.. 😦

Tuhan,, apa yang sedang engkau rencanakan dengan cerita saya..?? Benarkah hanya mulut saya yang mengucapkan ikhlas, tetapi jiwa saya tidak..?? Benarkan hanya ingatan saya yang telah menghapusnya secara paksa, tetapi alam bawah sadar saya sesungguhnya masih merindukannya..?? Ataukah dia di sana yang masih terlilit dengan perasaan-perasaannya di masa lalu dengan saya..?? Iyakah dia sedang berusaha membunuh rindunya..?? Saya ingat, dulu ketika saya masih boleh merindukannya, tetapi tidak saya katakan padanya, dia disana seolah menunjukkan kepada saya bahwa di saat bersamaan dia juga sedang memikirkan saya. Benarkah perasaan kami masih saling bertaut..??

Tuhan, tolong enyahkan saya dari kehidupannya. Jangan membuat dia tersiksa rindu seperti yang sedang saya rasakan detik ini. Tolong mudahkan kami saling memunggungi. Tolong, jangan sesatkan kami pada rasa yang tak boleh ada. Tolongggg, ikhlaskan jiwa dan raga saya. Amiinn..

Ku katakan padamu, kawan. Cepat atau lambat kamu akan bersiap mencintai lagi. Jangan takut akan kehilangan. Sejauh apapun kamu mencoba untuk menghindari. Tak akan pernah kamu dapat bersembunyi dalam kesedihan.

Ku katakan padamu, kawan. Pegang imanmu kuat-kuat. Percaya pada waktu, yang akan hantarkan harapan. Berjalanlah, saat kamu lelah berlari. Berjalanlah, walau perlahan. Berjalanlah, hingga kamu tak akan pernah sadari. Kamu sedang menyambut cinta yang baru. (Sawitri)

#B

Advertisements