Bukan Nicholas :D

Karena Seloyang Pizza

In Fiksi on March 7, 2013 at 01:47

flickr.com

Aku membeli seloyang pizza ukuran large, lalu membawanya ke taman. Lebih menyenangkan berada di tengah alam dengan hembusan semilir angin daripada di ruangan ber-AC nan mewah itu. Pizza tadi berniat akan kuhabiskan di sini, jika bersisa akan ku bawa pulang.

Lalu mataku tertohok melihat seorang ibu pemulung sedang mengais tempat sampah tidak jauh dariku. Dia menggendong seorang bayi, dan menggandeng anak kecil usia prasekolah. Miris, aku sedang makan sendirian dengan porsi yang cukup dihabiskan tiga orang, sedangkan mereka mencari makanan dari sisa yang dibuang orang lain.

Aku memanggil anak kecil itu, ku bungkuskan 6 potong piza yang masih utuh di kotaknya, lalu kuberikan padanya. Dia tersenyum senang lalu berlari menghambur ke arah ibunya.

Sang ibu kemudian berjalan ke arahku diikuti oleh anaknya.
“Terima kasih nak, dari kemarin ia belum makan..” katanya.
“Sama-sama,  Bu.”
Lalu si anak kecil tadi mengambil tanganku, meletakkan di pipinya tanpa berkata apa-apa.
“Dia bisu” jelas si ibu.
Dan merekapun berlalu, meninggalkanku yang masih mengiba atas kehidupan mereka.

# fiksi #kehidupan

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: