Bukan Nicholas :D

Money Management.

In Randomized on May 15, 2013 at 16:21

Gambar: flickr.com

Seorang teman yang saya kenal dengan sangat baik, bekerja sebagai wiraswasta. Dia adalah seorang bos untuk usahanya sendiri. Kereenn..!! Usaha yang ia rintis beberapa tahun lalu ini, memiliki keuntungan yang cukup menjanjikan. Dia bisa menghasilkan sekitar 13 juta tiap bulannya, setelah dipotong ini-itu, dia seharusnya mendapatkan keuntungan bersih rata-rata 9 juta tiap bulannya. Tapi… 

Hari ini dia mengatakan kepada saya, setelah selama ini dia bekerja saat ini ia hanya memiliki total Rp. 2 juta di rekening banknya. Sebagai catatan, dia adalah seorang sederhana, tidak suka hura-hura, single dan masih tinggal di rumah orang tua (tidak memiliki tanggungan hidup). Lalu kemanakah 9 jutanya setiap bulan? Di lihat dari pembukuannya, uang sejumlah itu menguap begitu saja untuk hal remeh-temeh. Ia tidak memisahkan antara penghasilan dengan uang pribadinya, sehingga selalu habis setiap bulannya.

Seorang calon Finance Manager yang baik hati (its me 😛 ), menyarankan beberapa hal:

  1. Dia harus bisa memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan perusahaan.
  2. Dia (owner dan satu-satunya karyawan) di perusahaan kecilnya itu harus menempatkan diri sebagai karyawan yang digaji setiap bulannya, bukan sebagai bos yang merasa memiliki hak penuh atas keuangan perusahaan.
  3. Tabungan dianggap sebagai kewajiban perusahaan.

Untuk penggajian diri sendiri, saya memberikan 2 strategi:

1. Gaji dengan Jumlah Tetap. Gaji diambil Tanggal 1 tiap bulannya, dan Tabungan disetor tiap akhir bulan. Misalkan saja, ia ingin menggaji dirinya sendiri 2 juta/bulan. Di awal bulan (setiap tanggal 1), ia mengambil dari cash perusahaan sebanyak 2 juta. Untuk tanggal berikutnya, cash perusahaan tidak boleh digunakan (meskipun untuk beli pulsa), kecuali untuk keperluan perusahaan. Ini kan usaha pribadi, harusnya bisa lebih longgar. Hmmm, jika ada kebutuhan mendesak ia boleh mendapatkan lebih dari 2 juta/bulan, tetapi dia harus membayar di bulan berikutnya.

Kita buat contoh kasus: Penghasilan bersih Mei (9.000.000,-); Penghasilan bersih Juni (10.000.000,-); Kebutuhan mendesak Mei (300.000,-). Maka:

Gaji bulan Mei = 2.000.000,- + 300.000,- = 2.300.000,-
Gaji bulan Juni = 2.000.000,- – 300.000,- = 1.700.000,-

Tabungan Mei = 9.000.000 – 2.300.000 = 6.700.000,-
Tabungan Juni = 10.000.000 – 1.700.000 = 8.300.000

Demikian seterusnya, semakin banyak kebutuhan mendesak yang ia butuhkan, akan semakin kecil gaji yang akan dia terima di bulan berikutnya.

2. Tabungan dengan Jumlah Tetap. Berbeda dengan  cara pertama, gaji hanya boleh diambil di akhir bulan dam jumlah tabungan yang disetor setiap akhir bulan adalah sama (misal 6 juta/bulan). Dari contoh kasus yang sama dengan di atas, maka:

Tabungan Mei = 6.000.000
Tabungan Juni = 6.000.000

Gaji bulan Mei = 9.000.000 – 6.000.000 = 3.000.000
Gaji bulan Juni = 10.000.000 – 6.000.000 = 4.000.000

Demikian seterusnya, semakin banyak penghasilan yang didapatkan tiap bulannya, maka akan semakin besar gaji yang akan diperoleh tiap akhir bulan. Namun tabungan yang harus disetor tetap sama.

***

 Sewaktu masih bekerja (iyaaah.. sekarang saya pengangguran 😦 ), sistem penggajian ditransfer dari kantor pusat (Jakarta) melalui rekening saya setiap awal bulannya. Oleh karena itu saya pernah menerapkan strategi nomor (1). Setiap tanggal gajian saya mengambil 50% dari gaji yang ditransfer, 50%nya lagi saya biarkan di dalam rekening dan melupakannya. Kemudian kartu ATM diumpetin. Saya lebih sering membawa uang cash dari rumah jika ingin berbelanja, daripada baru mengambilnya di ATM dekat perbelanjaan. Jadi, yahh bisa mengerem budget belanja yang bisa di luar batas hanya karena merasa membawa uang lebih (di ATM). Kalau masa-masa akhir bulan, saya sama dengan teman-teman gajian lainnya tidak punya duit lebih untuk ini-itu. Bedanya, mereka benar-benar tidak bisa menggesek ATM mereka, sedangkan saya hanya tidak punya duit tunai (tetapi masih bisa gesek ATM) hehehehe.

Silahkan mencoba. 😀

Salam hangat,
LyngLyng

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: