Bukan Nicholas :D

Ini Bukan Bicara Rindu

In Fiksi on June 10, 2013 at 23:57

gambar: nobiika.blogspot.com

Masih membekas di otak mereka tentang kita. Tentang aku yang pasti ada kamu, tentang kamu yang pasti karena aku. Tentang kita yang selalu memamerkan bahagia. Tentang kita yang tak ingin terpisah. Tentang kita yang menjadi rahasia umum.

Bahkan aku mulai lupa, hangat pelukanmu seperti apa. Mungkin aku telah alpa, lembut suaramu menyerupai apa. Tetapi mereka? Bagaimana aku bisa membungkam kenangan yang pernah kita pahat indah di benak mereka. Kita telah menjejali alam bawah sadar mereka dengan keangkuhan, bahwa kita meraja atas hidup kita. Kita pun mematri sel-sel neuron mereka dengan kesombongan, bahwa yang kita ukir akan menjadi masa depan penuh kepastian, bukan kenangan yang kelak berdebu.

Kita terlalu lama menyuguhkan memoar manis, Sehingga kenyataan pahitpun dikecupnya manis. Bisa kusiasati waktu, bisa kuakali jarak. Namun takdir? aku kehabisan akal untuk menyiasatinya. Mereka masih saja menerjemahkan aku yang pasti ada kamu, dan kamu yang pasti karena aku. Mereka tidak menggubris bahwa kita telah jauh tertinggal di masa lalu. Tertumpuk kalender dua tahun silam.

“Dia tak datang,” ucapnya.

“Entahlah. Aku tak lagi tahu.” jawabku sambil mencoba tersenyum.

***

Suatu hari, sepeninggal senja.

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: