Bukan Nicholas :D

Cantiknya Halo Matahari

In Kutipan :), Randomized on August 21, 2013 at 12:36

Halo Matahari

“Jadilah Muslim seperti matahari. Ia bersinar karena kualitas pribadinya. Dan ia mampu menerangi dan menghangatkan sekitarnya. Mampu memberi manfaat bagi masyarakatnya.” ~Imam Ghozali

Pada 21 Agustus 2013, beberapa daerah di Jawa TImur dihiasi oleh Halo Matahari. Pada saat langit cerah, penampakan matahari terlihat sangat anggun, meski untuk melihatnya kita harus memicingkan mata karena terang dan menyilaukan. Oleh karena itu, bila ingin melihat halo mata harus dilindungi atau memakai kacamata hitam. Bagi yang menggunakan kamera single lens reflex (SLR), cahaya matahari yang masuk ke dalam lensa fokus bisa merusak retina mata.

Matahari dilingkari cahaya putih menyerupai pelangi di sekitarnya. Hanya saja warnanya tidak lengkap selengkap warna pelangi. Fenomena yang sering disebut matahari cincin merupakan pembiasan cahaya karena uap air yang terkandung di awan bereaksi dengan sinar matahari sehingga membentuk cincin pelangi yang mengelilingi matahari (ANTARA, 2013). Lingkaran tersebut bisa muncul karena dibawa uap air yang naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10-40 Km. Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer, yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer tersebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari. (malang-online.com)

Banyak makna bisa diungkap dari fenomena astronomis ini. Matahari di kaki langit tampak lebih besar daripada ketika berada di atas kepala, padahal ukuran piringan matahari itu tidak berubah. Pola pikir manusia yang bersifat nisbi menyebabkan kesan besarnya matahari di kaki langit. Ketika itu matahari tampak besar karena dibandingkan dengan latar depan pepohonan, bangunan, atau benda lainnya yang tampak kecil di kejauhan. Demikianlah, jiwa manusia cenderung merasa diri besar, kuat, kaya, pandai, atau terhormat karena membandingkannya dengan yang kecil, lemah, miskin, bodoh, atau jelata. Sedangkan matahari ketika tengah hari tampak kecil karena dibandingkan dengan langit yang luas. Demikian pula pola pikir yang nisbi akan membawa kita sampai pada kesimpulan diri kita kecil, lemah, miskin, bodoh, atau terhina bila kita menyadari ada yang lebih besar, lebih kuat, lebih kaya, lebih pandai, dan lebih terpuji (wahanapress.net).

Berikut penampakannya di berbagai daerah di Jawa Timur:

Surabaya (tempo.co)

Malang (tempo.co)

Trenggalek (facebook.com)

Sidoarjo (facebook.com)

Subhanallah!

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: