Bukan Nicholas :D

Ceritaku (1): tentang Muhammad

In Randomized on September 11, 2013 at 12:34

Dua orang sahabat yang berbeda keyakinan, sedang membicarakan tentang Muhammad.

Vee: Eh cerita yuk, ada yang mau aku tanya. Soal agama…

Gee: Apaan..??

Vee: Yah pertanyaan simple. Kamu yakin dengan agama kamu?

Gee: Oh iya dong!!

Vee: Apa saja yang bikin kamu yakin kalau boleh tau? Soal pengajaran, Tuhan, dll.

Gee: Percaya bahwa Tuhan itu ada?

Vee: Semua agama mengakui itu (~_~’)

Gee: Di islam ada yang namanya rukun iman (percaya). Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab, Iman kepada Rasul, Iman kepada Kiamat, Iman kepada Qada dan Qadar (takdir). Dari Al Qur’an yang aku pelajari, aku menjadi yakin pada semua itu.

Vee: Owh… Soal nabi kamu, kamu percaya sama dia? Nabi Muhammad S.A.W

Gee: Ya. Alqur’an sudah menceritakan semua tentang Muhamad.

Vee: Menurutmu, sikap nabi patut diteladani?

Gee: Iya

Vee: Kamu tau soal Aisyah? Denger-denger sih istrinya (Muhammad).

Gee: Iya, Aisyah adalah istri kesayangan nabi setelah Khadijah.

Vee: Denger-denger Aisyah itu di bawah umur. Menurut kamu itu gak salah? Apa lagi dilakukan seorang nabi?

Gee: Iya, mereka menikah di usia belia. Muhammad menikahi Aisyah di usia muda dengan alasan bahwa ingatan belianya akan bisa merekam dan menceritakan kembali kejadian semasa hidup nabi kepada umat muslim yang lain. Di dalam Islam apapun yang dilakukan nabi (seperti cara makan, dsb) adalah sunnah yang perlu diteladani. Diharapkan Aisyah bisa merekam semua itu, dan menjadi nara sumber tentang sunah-sunah nabi.

Gee: Mengenai kehidupan pernikahannya, Aisyah baru tinggal bersama nabi setelah remaja. Dilamar saat masih belia agar Aisyah tidak menikah dengan selain nabi. Karena di dalam islam, wanita yang sudah dilamar tidak boleh menikah dengan orang lain

Vee: BTW, itu yang belia dilamar atau dinikahi (merrid)?

Gee: Menikah. Ijab kabul. Bukan kawin.

Vee: Ngerti, nikah ama kawin beda…

Gee: Karena setelah menikah setahuku Aisyah masih tinggal bersama orang tuanya.

Vee: Kok gak dilamar saja dulu, terus nanti gede baru dinikahi? Kan katanya tadi, kalau sudah dilamar, gak boleh menikah dengan orang lain

Gee: Waktu itu ada kejadian. (Kalo gak salah ya) Aisyah itu sudah diminta oleh orang lain untuk dijodohkan. Karena ayah Aisyah ga mau berjanji sama orang lain, makanya dinikahkan.

 Vee: Oh iya gantian… Kamu mau tahu kenapa aku gak percaya Muhammad dan kepercayan Quran?

Gee: Ya, kenapa?

Vee: Kenapa aku gak percaya Muhammad? Karena sifat Muhammad jelek. (1) Punya istri di bawah umur (pedofil). (2) Punya istri banyak.

Vee: Kenapa aku tidak percaya Quran? Sifat yang bawa jelek otomatis yang dibawa juga jelek. Kayak tadi, tidak masalah punya istri lebih dari satu. Secara, waktu pertama diciptakan, manusia itu berpasangan. Tidak ada itu di dalam cerita nabi… Nabi Adam berpasangan dengan Hawa, Santi, Dewei, dll. Tuhan hanya Menciptakan Adam dan Hawa. Di situ aku kurang setuju. Menurut kamu Adam tidak bisa berlaku adil dibanding Muhammad? Kenapa hanya diberikan satu wanita yaitu Hawa, sebagai pendamping hidupnya.

Gee: Tahukah kamu bahwa nabi Adam itu, hanya membawa “misi” untuk umatnya saja? Demikian nabi-nabi yang lainnya, misinya hanya sebatas kaumnya saat ia masih hidup. Seperti contohnya nabi Ibrahim. Waktu jaman nabi Ibrahim itu umat manusia menyembah berhala, maka nabi Ibrahim muncul untuk memberi kebenaran bahwa yang kita sembah bukan berhala. Demikian nabi-nabi yang lainnya.

Gee: Tetapi dalam Islam, Muhamad adalah nabi akhir jaman. “Misi” yang dia bawa dari dia hidup diperuntukkan sampe umat-umatnya yang ada setelah Muhamad meninggal. Gak hanya umat saat Muhamad hidup saja, tapi umat manusia sampai kelak kiamat. Nah, Muhamad membawa kitab suci yaitu Al Qur’an. Kita mengibarakan Al Qur’an sebagai kitab ajaib yang menjawab segala permasalah di muka bumi sampe kiamat nanti. Semuanya sudah tertulis di dalam Al Qur’an sebelum masalah itu ada.

Contohnya: Babi haram untuk umat Islam. Jaman dulu, belum ada jawaban kenapa babi haram.  Umat Islam mungkin hanya mengikuti Al Qur’an dan menjalaninya. Ternyata pada abad ke 20 ini, barulah muncul penelitian tentang babi, kenapa manusia sebaiknya tidak mengkonsumsi babi. Lihatkan?? Babi tertulis haram beribu-ribu tahun yang lalu, namun baru terungkap alasannya sekarang. Al Qur’an sudah menuliskan terlebih dahulu, sebelum manusia memahami alasan kenapa babi haram.

Gee: Menyanggah sifat nomor (1) Muhammad punya istri di bawah umur (pedofil). Kenapa punya istri kecil (belia)? Alasannya karena ingatan anak kecil sangat kuat, diharapkan Aisyah bisa menjadi “saksi mata” bagaimana kehidupan nabi. Nabi Muhammad bukan pedofil. Mereka menikah memang di usia aisah belia, tapikan kawinnya setelah aisah remaja.

Gee: Menyanggah sifat nomor (2) Muhammad punya istri banyak. Kalo yang berikut ini pendapatku pribadi. Kenapa Adam istrinya satu sedangkan Muhamad banyak? Karena mungkin Allah sudah mengantisipasi bahwa kelak keberadaan wanita lebih banyak daripada lelaki (menurut survei BPS).

Vee: Istri yang lain gak cukup mengingat?

Gee: Kan usianya TUA.

Vee: Atau anak-anaknya kelak…??

Gee: Saksi mata!! Istri yang lain selain Aisyah dan Khadijah dinikahi karena “kasihan”. Besok aku ceritain siapa-siapa istri nabi, dan usia berapa mereka dinikahi serta alasannya dinikahi. Mungkin kamu akan mengerti, kenapa mereka tidak bisa dijadikan “saksi mata”. Kebanyakan hadist nabi, keluar dari mulut Aisyah. Nabi begini, nabi begitu, itu dari mulut Aisyah langsung.

Gee: Kalau mau menjadikan anak nabi saksi mata, kelak mereka hidup berkeluarga toh?? Anak-anak itu tidak hidup bersama nabi sepanjang hidupnya.

Vee: Kalau menurut pernyataan kamu, Muhammad itu begitu penting sekali. Bukankah dia hanya seorang pembawa Al Qur’an? Kok sampai musti perlu saksi mata?

Gee: iya. Muhamad itu penting sekali, bahkan kalau bisa setiap gerakannya diikuti. Kami menyembah Tuhan, (shalat) dengan cara yang diinginkan Tuhan.

Vee: Berarti bukan Tuhan donk yang utama, karena yang perlu diikuti itu Muhammad. Yesus adalah Tuhan, jadi kalau kita mengikuti Yesus berarti kita mengikuti Tuhan.

Gee: Yang tahu cara shalat yang benar itu seperti apa adalah Muhamad. Di dalam Al Qur’an hanya tertulis: “Kamu harus shalat, gerakannya begini.”

Vee: Gak diajar di Al Qur’an (yang dikirim Tuhan)?

Gee: Tutorial detailnya seperti apa tidak ada di dalam Al Qur’an. Dalam Al Qur’an secara garis besar cuma bilang: “gerakan shalat a, b, c. Tapi apa bacaannya dsb, tidak tertulis detail. Maka yang menjadi acuan adalah Muhammad. Misal; cara makan tidak ada dalam Al Qur’an. Al Qur’an hanya bilang: “makan dengan baik”. Nah, bagaimana makan yang baik menurut pengertian Allah itu adalah cara makan Muhamad.  Karena kalo Muhamad salah, Allah langsung menurunkan ayat Al Qur’an yang melarang:”Hei Muhammad, jangan begitu.”

Vee: Berarti kalau Tuhah suruh Umatnya hapal abjad, tergantung Muhammad, mau berapa aja jumlah abjadnya?

Gee: Iya. [“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” – QS 4.An Nisaa’:80 ]

Gee: Contoh lainnya, ada namanya Shalat Tahajud (shalat tengah malam). Dulu zaman nabi, shalat ini menjadi shalat wajib (sama dengan shalat 5 waktu). Konon Tahajud itu pahalanya besar sekali, sehingga Muhammad menyukainya. Lalu Tuhan berkata, Tahajud itu bukan shalat wajib. Kalau ditinggalkan tidak berdosa, kalau dikerjakan mendapat pahala seperti yang dikatakan Muhamad. Maka Tahajud, tahun 2013 tidak menjadi shalat wajib. Kalo kita bandingkan keadaan sekarang dengan keadaan saat nabi, kan sudah berbeda kehidupan manusia. Coba deh jaman sekarang diwajibkan shalat tengah malam.. Dengan keadaan kehidupan manusia sesibuk sekarang. Susah pastinya ya. Nah, Al Qur’an sudah mengantisipasi itu jauh sebelumnya.

Vee:  Lucu aja, ternyata Muhammadlah semua penentu, bukan Tuhan.

Gee: Penentunya Tuhan, penerjemahnya Muhamad. Tuhan bilang “shalat!” Cara shalat diterjemahkan oleh Muhammad.

Vee: Berarti Muhammad adalah alat pengarah dari Tuhan, agar umat bisa tau apa mau Tuhan. Iya kan?

Gee: Al Qur’an itu ditulis dalam Bahasa Arab dan menggunakan bahasa puitis. Orang ahli bahasa sekalipun masih sulit membedakan maknanya. Satu huruf saja itu bisa berbeda arti. Aku ga bisa Bahasa Arab, kita ambil contoh mudah aja ya. Kata memakan dan dimakan. Bedanya hanya pada “me” dan “di”. Tapi artinya beda kan? Kadang ulama, masih berselisih paham tentang kata dalam Al Qur’an tersebut, maka yang menjadi dasar pembenarannya adalah hadist nabi. Bisa di pahami ga contohnya?

Vee: Ngerti…!

Gee: Nah, pasti kan ada beda pendapat menerjemahkan makna Al Qur’an, maka muhamad hadir sebagai penerjemah.  Bisa kita ibaratkan Al Qur’an itu tulisan blog, dan Muhamad itu video you tubenya.

Gee: Jangan menjudge orang lain dari “katanya si A dia begitu”. Coba kenali langsung orang tersebut, baru beri penilaian sendiri. Oh ya, ada sebuah cerita fenomenal tentang Muhammad.

Adalah seorang pengemis, yang selalu mencaci maki Muhammad, mencela Muhammad. Setiap orang lewat, pengemis itu selalu menceritakan keburukan Muhamad kepada orang yang lewat. Ada seseorang yang selalu memberi pengemis itu sedekah dalam jumlah yang besar, pengemis itu juga menceritakan hal yang jelek tentang Muhamad kepada orang itu. Hingga suatu hari, orang baik hati itu seperti biasanya datang memberi sedekah, lalu pergi. Nah, melihat hal itu, datanglah seorang yang mengenal Muhammad dan berkata kepada pengemis itu.

“Hey pengemis, tahukah kamu siapa Muhamad?” kata orang itu. “Ya aku tahu. Muhammad itu,, bla bla bla bla (jelek)” Kata pengemis. “Lalu tahukah kamu siapa orang yang baru saja berlalu itu?” kata orang itu lagi. “Iya, dia orang yang sangat baik hati, selalu memberiku sedekah dalam jumlah yang banyak.” Lalu orang itu berkata lagi: “Tidak tahukah kamu, bahwa orang yang memberi sedekah itulah Muhamad yang selama ini kamu hina?”

(NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA)

 

Note: Percakapan ini saya publish tanpa meminta ijin dari nara sumber yang mana adalah sahabat saya sendiri (nama disamarkan). Jika ada keberatan dari pihak tersebut saya meminta maaf, dan bersedia menghapus tulisan ini.

Baca Juga:

Advertisements
  1. […] Wahahahhaha. Balik lagi ke cerita muhammad ya? Muhammad itu menikahi istri-istrinya banyak alasan. Bukan hanya karena nafsu saja. Karena […]

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: