Bukan Nicholas :D

Ceritaku (5): tentang Poligami

In Randomized on September 20, 2013 at 17:27

Dua orang sahabat yang berbeda keyakinan, sedang membicarakan tentang Poligami.

Vee: Dalam Islam cowok boleh punya banyak istri (poligami) ya?

Gee: Iya, kalau bisa adil.

Vee: Kalau kamu, mau?

Gee: Wahahahhaha. Balik lagi ke cerita muhammad ya? Muhammad itu menikahi istri-istrinya banyak alasan. Bukan hanya karena nafsu saja. Karena muhamad menikahi janda bahkan budak (kalo gak salah). Dengan demikian janda dan budak itu ada yang melindungi. Nah itu yang menjadi dasar Islam, kenapa diperbolehkan lelaki menikahi lebih dari satu perempuan, dengan syarat ADIL. Agar janda-janda miskin, dan sebagainya itu ada yang menafkahi.

Vee: Kalau seandainya di kamu, gak masalah?

Gee: Aku? Bukan penentang poligami sih. Kan aku masih gadis nih ceritanya, masih muda, masih bisa mandiri. Artinya: aku bisa menafkahi diriku sendiri. Tapi kalopun harus poligami dengan keadaanku seperti ini, syaratnya istri pertama “tidak mampu”. Entah tidak mampu memberikan keturunan, entah dia sakit, dsb. Gak ada manusia sempurna. Kalo misalnya aku ada di posisi istri pertama, yang ga bisa memberikan keturunan. Ya gimana?

Vee: Kalau normal, gak ada masalah, trus suami kamu baik, gak rela ada janda di bumi ini gimana?

Gee: Wahahahahha. Kayaknya imanku belum sedalam itu. Tetep ga mau >,<

Vee: Yang penting kan dia bisa ADIL, harusnya gak masalah… Itu kan termasuk beribadah, menolong sesama

Gee: Iya, secara agama emang seperti itu. Sebenar-benarnya juga seperti itu. Tapi aku yang belum sampe situ.

Vee: Otomatis dengan agama kamu, seharusnya itu tidak ada masalah. Dan siap dengan konsekuensi itu.

Gee: Iya. Kan aku bilang: yang sebenarnya seperti itu. Tapi aku yang tidak benar, karena aku yang belum mampu. Ketaatanku belum setinggi Aisyah, dan lelaki belum tentu bisa seadil Muhammad.

Vee: Toh selama bisa menafkahi semuanya, kan adil tuh.

Gee: Adil bukan hanya dari segi nafkah doang. Dari kasih sayang juga, ga lebih menyayangi satu. 

***

Note: Percakapan ini saya publish tanpa meminta ijin dari nara sumber yang mana adalah sahabat saya sendiri (nama disamarkan). Jika ada keberatan dari pihak tersebut saya meminta maaf, dan bersedia menghapus tulisan ini.

Baca Juga:

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: