Bukan Nicholas :D

Hal Yang Terlupakan dalam percakapan Text Messenger

In Randomized on May 29, 2014 at 09:15

Wuiihh.. Judul postingan kali ini berbau teknologi yaa, padahal saya kan gaptek. Ahahaha, saya masih setia dengan kegaptekan saya kok. 

Semenjak mengenal dunia SMS lalu merambah ke dunia Chatting, kita mulai berkomunikasi dengan Text Messenger atau ngobrol dengan “manusia” menggunakan text. Terkadang saya berpikir kemajuan teknologi membuat kita mengesampingkan ciptaan Tuhan. Bukankah Tuhan telah menciptakan mulut dengan segala kesempurnaannya untuk kita berbicara? tetapi kita lebih memilih berbicara menggunakan text. Ahh, ya sudahlah..

Saya sebagai individu yang telah terbawa arus pergaulan melalui text messenger ini, menemukan beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan dalam komunikasi ini.

1. Menggunakan capslock.
2. Menggunakan tanda seru yang berlebihan.
3. Menggunakan text berwarna merah.
4. Salah menggunakan emoticon.

Seperti ada aturan baku yang telah “disuntikkan” ke dalam emosi pengguna text messenger, bahwa empat hal yang saya sebut di atas dapat mengubah emosi pembacanya menjadi Marah..!! Lucu ya.. Padahal bisa saja lawan bicara menggunakan capslock karena ingin textnya terlihat lebih besar, atau menggunakan warna merah karena merupakan warna favoritnya. Hufftt..!!

Maka tak jarang percakapan melalui text messenger berakhir pada perseteruan atau perselisihan. Sialnya, saya termasuk salah satunya. Sighh..!! Tak jarang saya memilih menghindar atau “melarikan diri” dari percakapan-percakapan text messenger yang menuai emosi. Saya merasa gak cerdas ajah “ngebacot” dengan texting. Hihihi..

Namun, ada kalanya kita terjebak dalam percakapan yang tidak memungkinkan kita untuk mengelak atau menghindarinya. Ada hal-hal yang nyaris saja kita lupakan dalam percakapan Text Messenger.

1. Intonasi yang tidak nampak dalam text messenger

Seorang teman, sebut saja SiKupingKelinci (?), pernah berkata dengan sok bijaknya : “Kalo caci maki via chat, Lyn ga bisa tau nadanya. Jadi asumsinya caci maki beneran. Kalo di real, caci maki via omongan bisa ketahuan beneran atau candaan, karena nada (intonasi) suaranya beda.” Dengan berbicara secara langsung (voice), kita lebih mampu untuk mengontrol intonasi dan pemilihan kata yang ingin diucapkan.

2. Text tidak mampu mengekspresikan mimik wajah.

Mengutip seorang blogger Abang Edwin SA: “Walaupun muncul penggunaan emoticon, tapi tetap saja ekspresi, dan mimik wajah kadang tidak bisa tergantikan. Oleh karena itu, sering terjadi salah paham yang berujung dengan flamewar.” Ngobrol dengan menggunakan teks sebagai tools bukanlah hal yang mudah, karena teks tidak bisa mewakili seluruh ekspresi emosi sebagai pelengkap pesan.

Dengan segala kekurangan yang dimiliki oleh text messenger, apapun bentuknya, ada baiknya kita berpikir kembali untuk tidak mengambil keputusan atau kesimpulan akhir hanya berdasarkan percakapan melalui text messenger.

Don’t make permanent decisions based on text messenger conversations.
~Lynn, 2014

I am sorry, Mbeb 😥
Saya menyesal atas pertengkaran yang sering terjadi.

Advertisements

Please, Correct Me If I'm Wrong :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: