Bukan Nicholas :D

Archive for the ‘Randomized’ Category

​The Power of Jilbab.

In Randomized on June 12, 2017 at 10:54

Ada yang bilang, nanti ajah pake jilbabnya kalo udah “bener” sikapnya. Banyak temen saya yg pake jilbabnya karena trend ajah, ke kantor bejilbab, pulang kantor celana pendek. Pake jilbab, tapi bajunya lengan pendek. Pake jilbab, tetapi kelakuannya tidak terpuji. Dan bla bla lainnya, sehingga sering dicemooh “mending gak usah bejilbab”.

Eh tapi, banyak dari temen saya yg demikian, yang semula anak dugem, sekarang bahkan gak    ke diskotik lagi. Yang semula merokok, sekarang berhenti. Yang semula wara-wiri singapur-jepang, sekarang mekah-madinah. Bodo amat sama yang bilang “sok alim”.

Banyak dari temen saya itu pelan-pelan  berprilaku baik, semakin baik, semakin terpuji. 

Lihatlah, jilbab yang tadinya dipake disaat  belum “bener”, ternyata bisa menjaga kita, menjaga pergaulan kita, kelak semoga mengumpulkan kita dengan orang-orang shalih. 

Kesimpulannya: teman saya banyak. 😁

Sekian. 

#efekstalkingtemendiefbe #iyaahsayabukaefbelagi #karenakamu #dampaknegatifbukaefbe #wastingtimekepoinefbeorang

In Randomized on May 12, 2017 at 16:34

at Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB

See on Path

In Randomized on April 9, 2017 at 09:17

Nostalgila with the goose. 😆 – at Balai Desa Punten

See on Path

A.P.W

In Randomized on April 2, 2017 at 10:23

Sudah bertahun-tahun aku menghindari kota itu, kota kita. Kakiku tak pernah lagi menginjak taman itu, taman kita. Membuat kamu tertimbun berupa-rupa waktu pun kisah, terabaikan antara alpa dan sukacita. Namun, aku masih saja dapat mengingat dengan sangat jelas tentang kita yang selesai dengan tiba-tiba.
Aku yang pelupa, memoriku yang mulai usang, usia yang tak lagi muda. Sudah selayaknya membuatmu hengkang dari kesadaranku. Aku takjub dengan kegagalanku memudarkanmu.

Aku selalu merapal doa untuk kebahagiaanmu, kebahagiaan kita masing-masing. Aku ikut tersenyum mendengar kemilau dunia barumu. Andai saja bisa, ingin saling bertukar cerita denganmu, tentang warna warni dunia kita, tergelak berbarengan, pun menangis bersama, saling menguatkan, saling mewarnai seperti dulu saat kau menyebutku sahabat.

Entah, aku bahkan tak cukup kuat untuk bertandang lagi ke kotamu, kota kita. Mengunjungi lagi taman itu, taman kita. Melihat bangku panjang dan pepohonan tinggi itu, saksi kau merampok alasan atas pertanyaan yang masih betah bersemayam dalam sedihku.

Masihkah engkau sahabatku?

4 april 2017, 7 tahun kemudian.