Bukan Nicholas :D

Posts Tagged ‘#reminder’

DIAM | Pesan Neptunus Yang Masih Terngiang

In Kutipan :) on March 4, 2016 at 15:01

image

Jangan mengira bahwa orang yang memilih diam itu karena tidak mampu membalas.

Boleh jadi dia memilih diam agar tak ada yang terluka.
Atau karena menahan perih dan khawatir bila ucapannya hanya akan menambah perih.
Ada juga yang merasa bahwa diam adalah jawaban terbaik.
Ada juga yang menyadari bahwa bila ia bicara, maka ucapannya tak akan bermanfaat.
Dan ada juga yang memilih diam disaat amarah memuncak, agar tak ada yang dirugikan oleh amarahnya.

Karena diam itu emas.
Kecuali mendiamkan kemungkaran.
Diam membuatmu tinggi.
Diam adalah cara lain untuk menang.
Jadi bicaralah yang baik atau diam.

👤 Ust. Aan Chandra Thalib –

@Regrann from @derania
https://www.instagram.com/p/1r26t0Q5dA/

Advertisements

Janji Yang Memotivasi!!

In Kutipan :) on November 13, 2015 at 06:52

10 Janji Pada Diri Sendiri yang Sepatutnya Kamu Tepati

Kita semua pasti pernah merasa kepayahan dan ingin menyerah. Tapi, hidup punya tanggal kadaluwarsa-nya. Kalau menyerah sekarang. belum tentu kita bisa mencoba hal yang sama lagi esok harinya. Karena itu, saat berada di titik paling rendah dalam hidupmu, ingatkanlah dirimu sendiri untuk tak menyerah dulu.

Ada beberapa janji yang bisa kamu buat sendiri untuk menolong diri di masa-masa paling sulit. Jika kamu menepatinya, akan lebih mudah bagimu menemukan jalan keluar dari masalah-masalahmu. Janji-janji apa saja itu?

1. “Masa lalu adalah bagian penting dari diriku, namun aku tak akan membiarkannya mendefinisikanku.” Selalu pikirkan-lah apa yang bisa kamu lakukan lebih baik hari ini (via i.huffpost.com)

Manusia tidak bisa memutar balik waktu. Waktu terus berjalan meskipun banyak hal yang disesali dan ingin kamu ubah. Penyesalan adalah reaksi wajar dari manusia yang sedang belajar. Caramu menyikapi penyesalan-lah yang akan membuat hidupmu berbeda. Selalu gunakan rasa sesalmu sebagai pembelajaran untuk menghindari kesalahan yang sama di hari ini.

Banyak orang yang terjerembab dalam penyesalan hingga hidupnya selalu dihantui trauma dan ketakutan. Jangan biarkan kesalahan atau kegagalan yang kamu lakukan kemarin mendefinisikan hidupmu. Jika kamu menyesali keputusanmu kemarin, jangan terus-menerus menyalahkan dan membodohi diri sendiri. Percayalah bahwa kamu akan membuat keputusan yang lebih baik dengan pengetahuan, pengalaman, dan kearifan yang kamu miliki hari ini.

2. “Lebih baik kukerjakan apa yang bisa kukerjakan sekarang.” Jangan tenggelamkan waktu yang kamu punya hari ini sia-sia (via http://www.clarepeople.com)

Hari esok ada karena apa yang kamu lakukan hari ini. Manfaatkanlah hari ini dengan sebaik mungkin. Jika kamu menunda apa yang bisa dilakukan hari ini, kamu juga menunda apapun yang sebenarnya bisa kamu raih di masa depan.

Jangan tinggalkan tugasmu hari ini dengan berpikir bahwa kamu pasti akan menyelesaikannya besok. Siapa tahu Tuhan memang akan memanggil kita besok. Jadi selalu berusahalah seperti hari ini adalah hari terakhirmu di dunia. Jangan menjalani hari ini dengan menanggung beban kemarin, apalagi jika orang-orang di sekelilingmu sudah mulai mempersiapkan hari lusa.

3. “Apapun yang sedang kukerjakan sekarang adalah mimpiku. Bukan mimpi orang lain.” Pastikan kamu tahu jalan yang benar menuju mimpimu (via s3.amazonaws.com)

Jika ingin bahagia, pastikan kamu mengejar mimpimu yang sesungguhnya. Bertanyalah kepada dirimu sendiri: apakah ini benar-benar kehidupan yang kamu inginkan? Atau kamu hanya menjalaninya demi tuntutan dan ekspektasi orang lain? Kalau kita semua hanya punya satu kehidupan untuk dijalani, kenapa kamu harus menjalaninya untuk orang lain?

Jalan yang membuatmu bahagia mungkin akan bertentangan dengan banyak orang. Itu tidak apa-apa. Justru di saat seperti inilah kamu bisa membedakan siapa saja orang yang memang layak kamu pertahankan di sisimu. Jangan takut mengakui bahwa kamu tidak puas dengan keadaanmu sekarang. Itu artinya, kamu sudah selangkah lebih dekat untuk merasa bahagia.

4. “Hari ini, aku akan berhenti menyesali mereka yang memilih pergi.” Jangan lama-lama nengok ke belakang kalau gak mau lehermu sakit (via http://www.fabforam.com)

Coba hitung kenalanmu! Pasti susah karena hampir tiap hari kamu bakal berpapasan sama orang baru. Mau orangnya ngajak kenalan terus jadi pacar atau sekedar tanya jalan. Orang akan terus datang dan membuat perubahan di hidupmu. Orang yang sama juga akan pergi dari hidupmu meninggalkan kesan, memori, atau luka. Selama kamu dapat menggunakan pengalaman itu untuk memperkaya hidupmu, kamu tidak perlu terus-menerus meratapi kepergiannya.

Tidak semua hubungan dapat bertahan selamanya. Kamu akan merasa sedih dan kehilangan. Tetapi ingat bahwa pelajaran yang kamu dapat dari hubungan itu akan terus bersamamu. Jadi relakanlah orang yang mungkin memang sudah harus pergi dan sambut orang baru yang akan datang di kehidupanmu.

5. “Ketika aku ingin menangis, aku akan mencoba melakukan hal yang lainnya.” Kalau bibirmu melengkung ke atas, air matamu pasti gak jadi netes (via quotesforest.com)

Semua orang bisa saja tersenyum ketika mereka bahagia. Tapi dibutuhkan jiwa yang kuat untuk dapat tersenyum di tengah-tengah penderitaan. Cobalah tersenyum ketika kamu menghadapi kesulitan yang membuatmu ingin menangis. Carilah ketenangan di dalam dirimu sendiri dengan menemukan hal-hal yang bisa kamu syukuri.

Bersyukurlah atas apa yang telah kamu miliki, ujian yang sedang kamu hadapi, dan kesempatan untuk berbuat lebih baik lagi. Temukan hal-hal itu dan tersenyumlah. Tersenyumlah karena kamu tahu kalau senyum adalah lengkungan yang akan membuat semua hal lebih baik. Percayalah bahwa semua akan baik pada waktunya.

6. “Aku berjanji akan membuat diriku merasa berharga.” Percayalah bahwa kamu berharga (via http://www.c-heads.com)

Jangan pernah memandang rendah keberadaanmu di dunia ini. Jangan pernah diam saja dalam rapat karena merasa ide-idemu “sampah”. Jangan golput karena yakin suaramu gak bakal berpengaruh. Bayangkan kalau semua temanmu juga mikir gitu. Coba hitung berapa saja kesempatan yang hilang gara-gara pola pikir itu. Seberapa kecil-pun pengaruh yang kamu kira kamu miliki, kamu tetap berpengaruh. Paling tidak untuk hidupmu sendiri.

Mulailah berpikir sebaliknya. Kamu justru bisa jadi orang yang memulai perubahan. Bayangkanlah kalau kamu tidak jadi membuang sampah di jalan, dan di saat yang sama 50 orang juga melakukan hal yang sama. Bukankah jalan raya kita bisa menjadi bersih pada akhirnya?

7. “Apapun perubahan yang datang di masa depan, tanganku terbuka menyambutnya.” Bersahabatlah dengan perubahan (via fourwallsonly.com)

Coba lihatlah foto-fotomu waktu bayi. Pasti sekarang kamu udah beda. Tidak ada manusia yang bisa memencet tombol pause. Manusia itu butuh berubah untuk dapat berkembang. Kalau manusia gak berkembang berarti gak ada bedanya sama mati. Perubahan akan terus terjadi walau kamu belum siap atau gak ingin untuk berubah.

Kalaupun kamu tetap jalan di tempat, orang lain pasti udah jalan atau lari. Jadi jangan menghindari atau takut sama perubahan. Terima kenyataan kalau kamu sudah harus berubah, dan berusahalah sekeras mungkin agar perubahan itu baik.

8. “Aku tidak akan memandang sesuatu secara hitam-putih.” Mikir yang indah-indah itu gak bayar lho (via i.huffpost.com)

Semua hal di dunia ini itu bagai dua sisi koin. Gak ada yang benar-benar hitam atau putih. Semua bisa jadi benar atau salah. Semua bisa jadi baik atau buruk. Semua itu tergantung darimana kamu melihatnya.

Lihatlah sisi terbaik dari semua hal. Jangan takut untuk mengharap yang terbaik dari orang lain. Dalam situasi apapun, berpikiran positif jauh lebih baik daripada dihantui cemas, curiga, dendam, atau pikiran negatif yang lainnya.

9. “Aku tak akan membiarkan ketakutan mencegahku melakukan banyak hal.” Kalau kamu gak coba, kamu gak bakal tahu (via sabino.tumblr.com)

Jangan takut mencoba atau memberikan dirimu kesempatan dalam hal apapun. Berani bukan berarti kamu tidak takut. Berani berarti kamu tidak membiarkan ketakutan menghentikanmu meraih hal yang kamu inginkan. Lebih baik mencoba dan gagal daripada selamanya menyesal membayangkan apa yang mungkin terjadi.

Keberanian itu datangnya dari dalam dirimu. Kamu tidak perlu meminta persetujuan orang lain untuk jadi berani. Tidak perlu takut untuk merasa takut. Orang berani bukanlah orang yang tidak merasa takut tapi orang yang berhasil mengalahkan rasa takut itu.

10. Selalu Berikan Versi Terbaik Dari Dirimu Berikanlah senyuman terbaikmu setiap saat (via i.huffpost.com)

Selalu berikan usaha terbaikmu dalam apapun yang kamu lakukan. Inilah yang satu-satunya cara mencegah rasa menyesal.

Kesempatan dalam hidup mungkin tidak akan datang dua kali. Ketika kamu diberi kesempatan, jangan membuangnya atas nama rasa takut. Ingat, nasibmu ada di tangan diri sendiri. Jika ingin bahagia, pastikan kamu pantas mendapatkannya, ya.

SUMBER: http://beliberi.co.id/artikel/10-janji-pada-diri-sendiri-yang-sepatutnya-kamu-tepati#sthash.rahjqkjX.dpuf

Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut?

In Kutipan :) on November 30, 2014 at 13:19

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda.”

Beliau menimpali, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya, no. 2581)

Dikutip dari – Penulis: Umi Romadiyani (Ummu ‘Afifah)

Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Mayoritas Penghuni Neraka Kaum Hawa?

In Kutipan :) on November 26, 2014 at 02:25

Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.” ~ Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

SIAPA MAYORITAS PENGHUNI NERAKA?

Suatu ketika Rasulullah keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita.

Beliau           : ’Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’
Kaum wanita   : ’Mengapa wahai Rasulullah?’
Beliau           : ’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian.
Kaum wanita    : ’Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’
Beliau              : ’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria?’
Kaum wanita    : ’Benar.’
Beliau              : ’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa?’
Kaum wanita    : ’Benar.’
Beliau              : ’itulah (bukti) kekurangan agamanya.’ (HR. Bukhari)

Mengapa Wanita Menjadi Mayoritas Penghuni Neraka?

Dari beberapa hadits yang telah lalu, kita dapat mengetahui beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam api neraka dan bahkan menjadikan mereka golongan mayoritas dari penghuninya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Banyak melaknat.

Imam Nawawi menyebutkan bahwa para ulama telah bersepakat akan haramnya melaknat. Laknat dalam bahasa Arab artinya adalah menjauhkan. Sedangkan menurut syariat artinya adalah menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya. Dan tidak diperbolehkan bagi seseorang menjauhkan orang-orang yang tidak diketahui keadaannya dan akhir perkaranya dengan pengetahuan yang pasti dari rahmat dan karunia Allah. Karena itu mereka mengatakan,’Tidak boleh melaknat seseorang yang secara dhahir adalah seorang muslim atau kafir kecuali terhadap orang yang telah kita ketahui menurut dalil syar’i bahwa dia mati dalam keadaan kafir seperti Abu Jahal atau iblis.

Adapun melaknat (secara mutlak tanpa menyebut nama tertentu, pent) dengan menyebutkan sifat-sifatnya tidaklah diharamkan seperti melaknat seorang wanita yang menyambung dan minta disambungkan rambutnya, seorang yang mentato dan minta ditato, pemakan riba dan yang memberi makan dengannya, pelukis (makhluk hidup), orang-orang zhalim, fasiq, kafir dan melaknat orang yang merubah batas-batas tanah, orang yang menasabkan seseorang kepada selain ayahnya, membuat sesuatu yang baru di dalam Islam (bid’ah), dan lainnya sebagaimana telah disebutkan oleh dalil-dalil syar’i yang menunjukkan kepada sifat, bukan diri orang tertentu. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 88 – 89)

2. Durhaka terhadap suami dan mengingkari (kufur) kebaikan-kebaikannya

Kedurhakaan semacam ini banyak sekali kita dapati dalam kehidupan keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur atas kebaikan yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya karena Allah tidak akan melihat kepada istri semacam ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”

“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Karena mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Termasuk dalam bentuk kedurhakaan istri kepada suami adalah hal-hal berikut ini apabila dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at: Tidak melayani kebutuhan seksual suaminya, atau bermuka masam ketika melayaninya, tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, menyebarkan aib suami kepada orang lain, menolak bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya, meminta cerai dari suaminya tanpa sebab yang syar’i, dan yang semisalnya.

3. Tabarruj (bersolek)

Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (QS. Al-Ahzaab: 33)

Di dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang sifat wanita penduduk neraka, beliau bersabda : “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Inilah beberapa sebab yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari azab-Nya di dunia dan akhirat. Amiin.

Sumber: [Telah dimuat di dalam majalah NIKAH volume 8 no. 7 bulan November tahun 2009]