Bukan Nicholas :D

Posts Tagged ‘#TellMeMore’

Seni Mendengar

In Kutipan :) on December 1, 2014 at 14:25

Banyak orang bisa ‘berkata’, namun sedikit yang mau ‘mendengar’. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita. Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan. Duh… malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja. Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yang panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.

Sumber: Seni Mendengar

 

Advertisements

Berbahagialah MUSLIMAH

In Kutipan :) on November 14, 2014 at 07:52
  • Perempuan harus ta`at kepada Suami, tetapi laki-laki wajib ta`at kepada Ibunya 3 kali lebih utama dari ketaatan pada Ayahnya.
  • Perempuan menerima warisan kurang dari laki-laki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak harus diserahkan kepada Suaminya. Sedangkan, ketika laki-laki menerima warisan harus menggunakan hartanya untuk Istri dan Anak-anaknya.
  • Perempuan bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan malaikat dan seluruh makhluk ALLAH dimuka bumi ini, dan jika meninggal karena melahirkan, meninggalnya adalah Syahid.
  • Di akhirat kelak, seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya ditanggung oleh 4 orang laki-laki, yaitu Suaminya, Ayahnya, dan Anak laki-lakinya, dan Saudara laki-lakinya.
  • Seorang perempuan boleh memasuki empat pintu syurga melalui pintu syurga mana saja yang disukainya cukup dengan 4 syarat, yaitu Sholat 5 waktu, Puasa dibulan Ramadhan, ta`at pada Suaminya, dan menjaga kehormatannya.
  • Seorang laki-laki wajib pergi berjihad fie sabilillah, tetapi jika perempuan ta`at kepada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH akan menerima pahala seperti pahala orang yang berperang fie sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

 

Demikian sayangnya ALLAH kepada perempuan… Maka berbahagialah engkau wahai Perempuan MUSLIMAH

Tidak Hanya Bibit, Bebet, Bobot..

In Randomized on October 12, 2014 at 10:55

Buah, Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya?

Ungkapan ini adalah sebuah perumpamaan bahwa seorang anak (buah) akan melakukan hal yang hampir serupa dengan orang tuanya (pohon).

Banyak sudah terjadi, fenomena pasangan dari keluarga brokenhome memiliki keluarga brokenhome juga.
Hmm, mungkin ini penilaian subyektif saya semata, karena toh pasangan yang terlahir dari keluarga harmonispun bisa saja membina keluarga brokenhome. Takdir..

Ketika seorang lelaki memiliki ayah mata keranjang sehingga menyakiti ibundanya, akan menjelma menjadi pahlawan yang melindungi ibunya. Menjelma menjadi lelaki terbaik bagi perempuan, karena ia tidak ingin ada perempuan-perempuan lain di muka bumi yang mengalami penderitaan yang sama dengan ibunya.
Namun jika lelaki itu pun tumbuh menjadi Pria mata keranjang yang mempermainkan hati perempuan, ini namanya takdir atau emang buah jatuh tak jauh dari pohonnya..??

Maaf, saya bukan menjudge, menghakimi, atau memyimpulkan sesuatu tanpa analisa.

Ini hanya pemikiran bodoh saya. Bahwa kini tak hanya melihat bibit, bebet, dan bobot. Tapi juga pohon dari buah tersebut. -_-

#MenulisKetikaTakAdaBahanMenulis #TulisanTanpaAnalisa #CalonSuamiIdamanMertuaaaa

Posted from WordPress for Android

Hati-hati terhadap Prasangka

In Kutipan :) on October 4, 2014 at 05:44

–Hati-hati terhadap Prasangka–

Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
(Al-Israa: 36)

“Hati-hatilah terhadap prasangka, sesungguhnya prasangka adalah pembicaraan paling dusta”
(HR.Bukhari)

Sumber: https://www.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/a.465219523598838.1073741825.465045926949531/494447750676015/?type=1